with love,
tiffani
|
who love you very much
|
with love,
tiffani |
|
h o m e moi
1998 -
credits.
| posted on Nov 30, 2012 @ 21:12 // 0 comment(s) |
Selesai! (semoga)
Lelaki yang kuyakini mencintaiku itu datang. Berbisik. 'Aku udah bilang, udah selesai. Dia ga ganggu kamu, tenang ya.' Aku tak ingat apa yang terjadi selanjutnya, karena hanya ada dekap hangat, bau keringat--khas itu-- dan kecupan manis di keningku. (meski tertutup poni, anggap saja begitu) (apa ini penting?) Sepertinya aku bertanya apa yang mereka bicarakan, mungkin. Karena, aku mulai ingat kalimat lain--yang diucapkan perempuan-itu-yang kubenci (tidak sejahat itu sih, aku tak menemukan kata lain), 'Kamu ga tau rasanya jadi aku, kamu harus rasain yang aku rasain. Tapi aku ga berhasil kayanya' Aku bingung. Namun sudah kukatakan, aku hanya menikmati kehangatan dan bau khas itu, jadi untuk apa aku harus bertanya--sesuatu yang sudah tak penting lagi. Sekali lagi, kau melindungiku. Sebuah novel manis pernah berkata; Karena cinta bukan soal pelukan atau ciuman, melainkan soal kejujuran dan ketulusan Dan terimakasih karna aku mendapat semuanya! :) |