with love,
tiffani
|
who love you very much
|
with love,
tiffani |
|
h o m e moi
1998 -
credits.
| ❝ Terus Mengalir ❞
posted on Nov 29, 2012 @ 12:48 // 0 comment(s) |
Sebelumnya, terimakasih untuk kopi dan kamu.
Dan terimakasih untuk tokoh yang ada dicerita ini, dan masalah-nya. Deru mobil membangunkanku, dari tidur lelap. Atau lebih tepatnya, dari mimpi buruk. Dua orang berdiri tegap dihadapanku. Mengajakku bergabung. Lelaki yang begitu kukenal, perempuan yang begitu kubenci. Ah, mari kita mulai... Mungkin kalian tahu soal lelaki dan perempuan itu-kan? Aku tidak ditengahnya, tidak disampingnya pula. Aku tidak ada diantara mereka, dalam hubungan apapun. Aku hanya gadis yang dulunya lugu, polos, bersih. Yang tumbuh sampai saat ini--setidaknya-- menjadi gadis yang, bisa dikatakan nakal, tak berperasaan, dan sama sekali tak lugu lagi. Ingin kembali seperti dulu. Menjadi.. Ah, tak usah diteruskan, karena untuk saat ini bukan waktunya bermimpi indah.. Awan kelabu itu datang, angin yang menusuk tulang itu datang, suara gemuruh itu datang. Ya, masalah. Seorang perempuan, yang kukenal--tidak baik itu memulai segalanya. Oh ya, tulisan ini hanya berasal dari presepsiku, aku tak tau apa yang 'sebenarnya terjadi' karena ini hanya sebuah 'teka-teki'. Perempuan itu lagi-lagi menusukku. Menjatuhkanku. Kalian tahu dengan apa? Kebohongan. (mungkin, ya sejauh ini) Kebohongan tentang lelaku itu. Yang sangat dekat denganku--setidaknya 16 bulan ini. Dan ini memang sebuah teka-teki. Kedua belah pihak bersumpah. Demi Tuhan. Hari-hari kelabu-ku dimulai dari teka-teki itu. Yang belum terpecahkan. Tapi, harus. ------------------------------------------------------------------------------------to be continued Halah-_- aku lagi di sekolah, mau makan. Besok tak lanjutin. Buh bye ;p |