with love,
tiffani
|
who love you very much
|
with love,
tiffani |
|
h o m e moi
1998 -
credits.
| posted on Dec 13, 2012 @ 10:50 // 0 comment(s) |
Rumah sakit terasa asing bagi Fani. Sudah lama ia tak mengunjungi tempat 'mengerikan' ini.
Adin mondar-mandir. Keringat dingin mengalir deras. HPnya berbunyi. Siapa sih yang nelfon jam segini! 'Din, jemput papa di bandara sekarang ya!', suara yang dirindukannya. 'Papa dah pulang? Kok ga kasih tau Adin pa', Adin terkejut. Ia tak menyangka papanya akan begitu cepat papanya pulang. Ia rindu sosok yang begitu tegas namun lebut tuturnya. 'Kamu dimana le?' 'Di rumah sakit pa, Fani sakit.' Adin tak mungkin meninggalkan rumah sakit. Orang tua Fani sudah bercerai. Ibunya pindah ke Bandung. Bapaknya dosen dan ia sedang mengajar. HPnya tak bisa dihubungi. Lagian, orangtua Fani sudah mengenal dekat Adin. Mereka mempercayainya. 'Lho Fani sakit apa le?' 'Maag akut nya kambuh pa.' 'Pak Sugeng nganter mami?' 'Iya pa, ya sekarang aku ke bandara pa. Aku bawa camry.'
***
Aku harus jemput papa. Aku harus nunggu Fani. Holy Crap, aku harus apa.
Adin duduk. Berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Ia sudah tenang. Ia bisa berfikir. Namun kalian tahu apa yang terjadi?
Dokter keluar ruangan. Ah, wajah dokter yang selalu seperti itu.
Fan, aku harus jemput papa. But I need to make sure you allright.
***
BERSAMBUNG!
Aku bikin pas pelajaran Fisika neh. Bagus ga sih part bersambungnya? :3
Selamat menunggu part berikutnya... Dan semoga aku bisa nyelesaiin ceritanya ya -_-
Yang ketinggalan part 1, buka: Mawar Kuning Untuk Kesembuhanmu |