with love,
tiffani
|
who love you very much
|
with love,
tiffani |
|
h o m e moi
1998 -
credits.
| ❝ Meretas ❞
posted on Nov 13, 2013 @ 15:35 // 0 comment(s) |
Hujan, ya. Dingin.
Tapi terimakasih untuk senyumnya, dan jaketnya. Mengapa harus hujan, yang membuat semua orang berkeluh kesah? Mengapa harus dingin, yang membuat semua orang merasa sendiri? Mungkin awan disana tahu kalau kita terlalu dekat. Jadi ia menangis, agar kita bisa berjauhan. Mungkin matahari disana sedih karena kita sering mengeluh tentangnya. Jadi ia pergi, tanpa berpamitan. Tapi kamu selalu disini. Meski awan mulai menangis dan matahari tak lagi mengganggu kita. Dan kamu akan selalu disini. Untuk kita. Aku tahu aku tak bisa selalu ada disampingmu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk membuatmu tersenyum, sayang. Selagi aku masih diberi waktu. Aku tak beralih ke lain hati. Bukan lagi berusaha untuk setia, tapi sudah yakin. Sudah yakin kita bersama, sayang. Sudah percaya. Sepenuh hati. Kuharap kau percaya aku, lagi. Selamanya. Ini bukan prosa untuk meretas hatimu, sayang. Aku juga tidak akan berkata manis kalau hatiku memiliki pedang untukmu. Ini adalah prosa yang berusaha menghangatkanmu ketika aku tak bersamamu. Ketika aku ingin sekali memelukmu, tapi aku tak bisa. Ketika aku kesepian, tapi aku tak tahu kau dimana. Ini adalah prosa untuk mewakilkan permohonan maafku untukmu, sayangku. Maaf yang bodoh karena aku mengulang kesalahan. Tapi kamu perlu tahu, sayang. Ini maafku yang tulus untukmu. All rights reserved® @tiffanirpb |