with love,
tiffani
|
who love you very much
|
with love,
tiffani |
|
h o m e moi
1998 -
credits.
| ❝ Dot(s) ❞
posted on Jan 20, 2015 @ 20:26 // 0 comment(s) |
Mendapat gagasan dari dua kalimat tanya yang sepintas aku baca.
Lalu aku baca lagi dengan memahami dalam-dalam. Aku ingin menjawabnya dengan pola pikirku sendiri. Karena, sepertinya, kalau aku tanyakan pada guru bahasa Indonesia manapun-atau setidaknya di sekolahku. Mengapa harus titik? Karena titik itu seperti lingkaran yang kecil sekali. Lingkaran yang tak punya sudut; tak punya tapi-tapian. Mungkin, karena titik itu tegas. Tak ada titik yang ditulis dengan lembut, lama, atau besar. Titik itu penuh kepastian; kecil, dan cepat. Serta tepat. Titik. Tak bisa lagi diganggu gugat. Tak boleh ada tapi, namun, kecuali. Titik berarti akhir. Kumpulan huruf yang diakhiri dengan titik-berarti selesai. Berakhir. Tapi, mengapa kumpulan titik-titik itu menandakan keraguan? Kalau aku bilang: aku yakin. akan terbaca beda dengan aku yakin... Kalau satu titik itu tegas, apakah kumpulan tegas itu menjadi ragu? Apa kalau terlalu tegas dan pasti malah akan menimbulkan keragu-raguan? Omong-omong, itu jawaban askfm milik Mario, yah-ia sangat membuka pikiranku akan berbagai hal. |